KBLI 46441 adalah Perdagangan Besar Obat Farmasi Untuk Manusia

KBLI 46441 adalah Perdagangan Besar Obat Farmasi Untuk Manusia

KBLI 46441 – Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar obat farmasi untuk keperluan rumah tangga, seperti obat-obatan dan suplemen kesehatan untuk manusia.

Ruang Lingkup KBLI 46441

Pada KBLI ini terdapat 2 ruang lingkup, antara lain: Perdagangan besar farmasi dan perdagangan besar farmasi cabang.

Untuk persyaratan perizinan berusaha Pedagang Besar Farmasi (PBF) adalah:

  • Administrasi Umum.
  • Apoteker penanggung jawab.
  • Pembayaran PNBP

Kewajiban perizinan berusaha PBF adalah:

  • Standar CDOB yang ditetapkan oleh BPOM.
  • Surat Izin Praktik Apoteker yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
  • Menyampaikan laporan kegiatan yang meliputi:
    Laporan kegiatan penerimaan dan penyaluran obat dan/atau bahan obat setiap triwulan, dan
    Laporan kegiatan penerimaan dan penyaluran narkotika, psikotropika, dan/atau prekursor farmasi setiap bulan.
  • Menyampaikan permohonan perubahan izin apabila terdapat:
    Perubahan nama perusahaan,
    Perubahan alamat perusahaan, alamat kantor PBF, dan/atau gudang PBF,
    Pergantian direktur dan/atau apoteker penanggung jawab, dan/atau
    Perubahan lingkup penyaluran PBF.
  • Izin Khusus Penyaluran Narkotika bagi PBF yang melakukan penyaluran Narkotika.
  • Izin Khusus Impor/Ekspor Narkotika bagi PBF yang melakukan impor/ekspor narkotika.

46441

Sedangkan untuk persyaratan perizinan berusaha cabang adalah:

  • Izin PBF Pusat.
  • Administrasi Umum.
  • Apoteker penanggung jawab.
  • Pembayaran PAD.
  • Jangka waktu pemenuhan persyaratan

Kewajiban perizinan berusaha cabang sama seperti pusat.

Risiko Usaha KBLI 46441

KBLI 46441 merupakan usaha dengan risiko usaha tinggi, yang artinya diperlukan izin yang sudah disetujui baru bisa menjalankan usaha ini, sehingga tidak cukup hanya dengan NIB (Nomor Induk Berusaha) saja. Syarat dan kewajibannya sudah kami infokan di atas ya!

Skala Usaha KBLI 46441

KBLI 46441 bisa dilakukan oleh mereka dengan skala usaha mikro, berarti nilai investasi mulai dari Rp0 – Rp1M juga sudah bisa menjalankan usaha PBF ini. Tidak mesti modal besar ya!

KBLI 46441

Memulai Usaha Distributor Obat

Memulai bisnis distributor obat adalah langkah besar yang memerlukan perencanaan matang, terutama dalam hal legalitas. Dalam artikel ini, kita akan membahas tiga poin utama tentang cara memulai usaha distributor obat dengan fokus pada aspek legalitas yang perlu diperhatikan.

Memahami Peraturan dan Lisensi

Langkah pertama yang harus Sahabat ambil adalah memahami peraturan dan lisensi yang berlaku dalam bisnis distributor obat. Di banyak negara, obat-obatan adalah barang yang diatur dengan ketat oleh otoritas kesehatan. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan adalah:

  • Izin Distribusi Obat: Pastikan Sahabat memiliki izin distribusi obat yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan setempat. Prosedur untuk mendapatkan izin ini dapat bervariasi, tetapi biasanya melibatkan pemeriksaan dari pihak berwenang untuk memastikan fasilitas dan prosedur distribusi Sahabat mematuhi standar yang ditetapkan.
  • Labeling dan Packaging: Sahabat harus mematuhi persyaratan labeling dan packaging obat-obatan. Ini termasuk mencantumkan informasi yang lengkap dan akurat tentang obat, termasuk komposisi, dosis, tanggal kedaluwarsa, dan peringatan yang diperlukan.
  • Pemantauan dan Pelaporan: Seringkali ada persyaratan pemantauan dan pelaporan yang harus Sahabat ikuti. Ini dapat mencakup pelaporan efek samping, pemantauan kualitas obat-obatan, dan pelaporan persediaan.

Menetapkan Standar Keamanan dan Kualitas

Keamanan dan kualitas adalah dua hal yang sangat penting dalam bisnis distributor obat. Kualitas obat-obatan yang Sahabat distribusikan harus tetap terjamin sepanjang rantai pasokan. Beberapa langkah yang dapat Sahabat ambil adalah:

  • Penyimpanan yang Benar: Pastikan obat-obatan disimpan pada suhu dan kondisi yang sesuai dengan persyaratan produsen dan peraturan. Ini termasuk menjaga fasilitas penyimpanan Sahabat bersih, terorganisir, dan sesuai dengan standar keamanan.
  • Verifikasi Sumber Obat: Selalu verifikasi sumber obat-obatan Sahabat. Pastikan Sahabat bekerja dengan produsen atau pemasok yang memiliki izin dan reputasi yang baik dalam industri ini.
  • Audit Internal: Lakukan audit internal secara berkala untuk memastikan bahwa semua proses distribusi mematuhi standar keamanan dan kualitas yang diperlukan. Ini termasuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi risiko.

Perdagangan Besar Obat Farmasi Untuk Manusia

Kepatuhan terhadap Peraturan Pajak dan Bea Cukai

Aspek pajak dan bea cukai adalah bagian penting dari bisnis distributor obat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Pemungutan Pajak: Pastikan Sahabat memahami peraturan pajak yang berlaku untuk bisnis Sahabat. Ini termasuk pajak penjualan, pajak penghasilan, dan mungkin pajak khusus yang berlaku untuk obat-obatan.
  • Bea Cukai: Jika Sahabat mengimpor obat-obatan, Sahabat harus memahami peraturan bea cukai dan tarif yang berlaku. Pastikan semua dokumen impor Sahabat lengkap dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  • Kepatuhan Pajak: Penting untuk memastikan bahwa Sahabat selalu mematuhi semua kewajiban pajak dan bea cukai. Pelanggaran dalam hal ini dapat mengakibatkan konsekuensi hukum yang serius.

Kesimpulan KBLI 46441

Memulai usaha distributor obat memang rumit, tetapi dengan fondasi legal yang kuat, Sahabat dapat mengurangi risiko dan meningkatkan peluang kesuksesan Sahabat. Selalu konsultasikan dengan ahli hukum atau konsultan bisnis yang berpengalaman dalam industri ini untuk memastikan Sahabat mematuhi semua peraturan yang berlaku.

Sahabatlegal bisa jadi solusi untuk Sahabat yang mau menjalankan usaha ini! Kita juga melayani jasa pembuatan pt kalau Sahabat belum memiliki PT. Hubungi kami hari ini!